Di sebuah rumah yang terletak di kawasan perumahan yang berukuran tak
terlalu mewah dan sederhana di sudut kota. Perumahan itu memang terlihat
sepi saat di pagi hari menjelang siang dan ramai dikala akan menjelang
senja tiba di karenakan para pemilik rumah rata-rata adalah para
pengawai kantoran. Pada ujung perumahan itu terletak salah satu rumah
yang di perkarangan halaman rumahnya di hiasi oleh kebun bunga yang
terawat dan di selingi oleh beberapa tempat bermain untuk anak-anak.
Rumah itu adalah rumah yang di tempati oleh rina dan andi, rumah yang
mereka tempati saat ini memang sepi karena mereka sedang liburan.
Sekilas memang terlihat sepi namun di dalam salah satu ruangan pada
rumah tersebut terdapat seseorang yang sedang beraktivitas. Orang
tersebut sedang berada di kamar pribadi milik rina dan andi, lantai
kamar itu terlihat berserakan di sana sini oleh pakaian dalam milik rina
dan terlihat sebagian dari pakaian dalam tersebut terdapat bercak putih
yang mulai mengering.
Erangan dan desahan terus terdengar dari kamar tersebut, suara erangan
yang terdengar dari mulut milik sang pria sembari tangannya bergerak
dengan cepat mengocok penisnya yang dibalut oleh celana dalam milik
rina.
“Oh...rinnnnnnn.......”
“enak bener vaginamu, rin......”
Kocokan pada penisnya yang dipercepat itu seakan menandakan lelaki itu akan sampai pada puncaknya.
“rinaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa...”
Dengan suara yang terdengar seperi teriakan sambil menyebut nama rina
yang merupakan menantunya tersebut, lelaki itu membasahi celana dalam
berwarna hitam dengan sperma miliknya.
Lelaki itu adalah Pak Prabowo yang tak lain adalah mertua dari rina
dengan kata lain adalah ayah dari andi. Pak prabowo memilih tinggal di
rumah andi semenjak kepergian istrinya yang sekaligus juga adalah ibunya
andi. Melihat kondisi ayahnya yang sudah tua dan sebagai anak ingin
berbakti kepada orangtuanya maka andi pun berinisiatif untuk mengajak
ayahnya tersebut untuk tinggal dirumahnya. Inisiatif andi pun memperoleh
dukungan dari rina yang mana memang melihat pak probowo kala itu merasa
sangat terpukul dengan kehilangan istri tercinta sekaligus ibu mertua
rina.
Beliau merupakan pemimpin tempat andi bekerja, yang mana sekarang telah
memilih untuk memberikan jabatan tersebut kepada andi. Pak prabowo
memberikan jabatan tersebut karena andi berhasil mengerjakan beberapa
tantangan darinya, beliau melalukan hal itu karena tak ingin andi
merasakan hidup yang enteng-enteng saja. Jadi dengan begitu andi bisa
menghargai perjuangannya saat ini untuk menjadi seorang pemimpin di
tempat dia bekerja.
Sejauh ini usaha pak prabowo berhasil dalam menempa andi menjadi seorang
pemimpin perusahaan yang sukses. Pak prabowo sangat puas dengan kinerja
andi yang mampu memberikan perkembangan dan kemajuan yang signifikan
kepada perusahaannya. Liburan kali ini pun adalah ide dari pak probowo
sebagai sebuah apresiasi kepada andi yang telah bekerja keras sehingga
andi tak terlalu tertekan dan terbebani oleh pekerjaannya.
Selama hampir seminggu andi berlibur, pak prabowo tinggal bersama salah
satu pembantunya yang memang telah lama ikut dengannya. Pembantu
tersebut yang bertugas menyediakan segala kebutuhannya saat dimana rina
tidak berada di rumah. Rina adalah sosok menantu yang sangat mandiri,
dimana dia sangat jarang bergantung dengan pembantu ataupun baby sitter
dalam mengurus rumah dan anak-anaknya.
Pak probowo terlihat sedang berbaring sejenak di ranjang milik andi dan
rina yang sedang meresapi puncak yang baru saja berlangsung dimana rina
menjadi objek fantasi seksualnya. Menantu yang selama ini dengan sepenuh
hati dan keikhlasan dalam melayani berbagai hal kebutuhannya tersebut.
Pak prabowo dulunya tak pernah berpikiran macam-macam apalagi sampai
menjadikan rina sebagai fantasi seksualnya.
Semua itu berubah tatkala pak probowo di tinggal pergi selama-lamanya
oleh istri tercinta. Ditambah lagi ketidaksengajaan pak prabowo yang
memergoki rina saat sedang bermasturbasi di kamar tidurnya padahal
waktu itu sudah menunjukkan tengah malam dan terlihat andi sedang
tertidur di dekatnya. Rina menyimpan rapat-rapat sendiri tentang
kehidupan ranjangnya, tak pernah rina mengeluh kala andi mengajaknya
bercinta. Rina tetap melayani andi dengan sepenuh hati walau ada yang
kurang dalam percintaannya namun tak pernah rina menampakkannya di depan
andi. Semua itu rina lakukan karena tak ingin membuat andi kecewa
dengan kekurangan yang ada pada dirinya sendiri sehingga rina lebih
memilih untuk berpura-pura pada saat bercinta dengan andi demi membuat
suami tercinta tetap bahagia walau harus di selimuti dengan kebohongan.
Awalnya rina sangat maklum dengan kualitas bercinta andi yang menurun
dibandingkan dahulu, dimana waktu andi yang sekarang lebih banyak habis
memikirkan proyek demi perkembangan perusahannya. Waktu demi waktu
berlalu, hingga pada suatu malam saat selesai bercinta dengan andi, andi
yang tertidur karena kelelahan sedangkan rina masih gelisah dan tak
bisa tertidur karena hasrat birahinya yang tak terpuaskan. Rina pun
memilih melakukan masturbasi untuk menuntaskan hasrat birahinya yang
masih terasa kentang pada saat bercinta dengan andi.
“andi .. andi .. “
Pak prabowo yang berbicara dalam hati sembari diikuti gelengan kepala
pak prabowo yang merasa tak percaya dengan apa yang sedang berlangsung
di kamar tidur rina dan andi.
“ibumu saja selalu minta ampun kalau bercinta dengan bapak, nak”
“masak ia sih kamu kalah dengan bapak nak..”
Mata pak prabowo yang terus memandang ke arah rina yang sedang
menuntaskan birahinya itu. Mata itu terfokus pada benda yang terletak di
selangkangan milik rina. Tanpa di sadari tontonan live show di hadapnya
itu membakar gairah birahi lelaki tua itu dimana beliau merasakan
kebangkitan penis yang semula tertidur dibalik celana kain milik pak
prabowo.
Sekilas tangannya spontan turun ke bawah untuk mengelus pelan penisnya
sendiri sembari mengeluarkan penis yang sudah terasa sesak dibalik
celananya itu. Pak prabowo mulai mengocok pelan penisnya yang tegang
sembari matanya terus fokus pada tubuh setengah bugil rina.
“tenang rin.....”
“bapak akan berikan apa yang tidak kamu dapatkan dari andi”
“bapak akan beri pelajaran kepada andi, biar dia tahu caranya memuaskan wanita di ranjang”
Tergambar jelas di sudut bibir tuanya sebuah senyum yang menggambarkan
suara hati pak prabowo sembari tangannya masih mengocok mengikuti irama
tusukan jari rina di dalam vaginanya sendiri. Bibir manis nan sexy milik
rina mengeluarkan desahan-desahan kecil yang tertahan yang mana dia
masih menjaga agar aktivitasnya tak menganggu tidur suaminya. Seiring
waktu berjalan tusukan jarinya di percepat yang dibarengi oleh kecepatan
tempo kocokan tangan pak prabowo pada penisnya.
Ugh... Ah..... Ah.......
Orgasme !
Kepala rina mendongak ke atas sembari diikuti remas tangannya pada
payudaranya sendiri dan paha rina pun ikut menjepit tangannya sewaktu
menjemput orgasme yang datang berkat jarinya itu. Orgasme rina yang di
barengi oleh pak prabowo yang mencapai puncaknya juga, terlihat semburan
spermanya yang ikut menempel pada pintu dan sedikit pada dingin kamar
tidur pasangan suami istri itu.
Rina hanya bisa bisa berbaring lemas di ranjang sembari menikmati
orgasmenya yang baru saja berlangsung tanpa rina sadari di balik
kenikmatan orgasmenya ada airmata yang mengalir dari ujung mata seorang
lelaki yang mengetahui bahwa sebegitu besarnya pengorbanan rina
terhadapnya. Rina yang mau mengorbankan perasaannya sendiri demi
menutupi kekurangan yang ada padanya, yang mana sebagai lelaki telah
gagal memuaskan wanitanya. Sementara pak prabowo pergi meninggalkan
tempat persembunyiannya, pak prabowo pergi dengan senyuman penuh arti
berikut dengan sejuta siasat yang telah tergambar di benaknya, siasat
yang akan di susunnya sedemikian rupa agar rina bisa bertekuk lutut
kepadanya.
oOo
to be continue
Home
Cerita Eksibisionis
Cerita Eksibisionis Istriku Rina
Penulis Lain
Cerita Eksibisionis Istriku Rina : Di Balik Sebuah Cerita 9
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar