Pukul 3 pagi gw bangun tidur, saat itu sherly masih tertidur dengan
tanpa busana, sedangkan posisi geral juga tanpa busana tertidur sambil
memeluk sherly dengan posisi tangannya berada di payudara sherly, gw
amatin wajah sherly yang lugu tapi sexy membuat pikiran gw ngeres lagi,
kira kira apalagi yah yang mau gw kerjain buat nih cewek hari ini.
gw nyalain rokok sambil keluar rumah untuk nyari angin sejuk pagi hari
di pulau tidung, tiba-tiba pemilik rumah yang gw sewa yang tinggal di
samping losmen gw menyapa "pagi pak, kok masih pagi udah bangun?" gw
jawab "iyah nih habis main di pantai jadinya pulang pulang langsung
tidur karena kecapean, bapak mau kemana?" "biasa pak, warga disini kalau
pagi pagi yah jadi nelayan nangkapin ikan buat lauk nanti siang" kata
bapak pemilik rumah. "oh boleh nggak pak kami ikut, nemenin bapak
nangkap ikan, habis itu cari pulau kosong yang nggak berpenghuni kami
mau foto2, nanti saya kasih uang buat beli bahan bakar kapalnya pak"
kata gw "oh boleh pak kalau gitu jam berapa kita berangkat?" balas bapak
pemilik rumah. "bentar yah pak saya bangunin temen-temen dulu" ucap gw
"ger bangun, sher bangun kita mau jalan jalan naik kapal" akhirnya geral
dan sherly terbangun dari tidurnya, "mau jalan jalan kemana bro" kata
geral, "kita nanti naik kapal bapak pemilik rumah, nemenin dia nangkap
ikan sekalian nanti kita foto-foto di pantai yang tanpa berpenghuni,
sher lu mandi sama geral gih, biar cepet, nanti gw siapin baju untuk lu"
kata gw
sherly menarik napas panjang, dia merasa bakalan dikerjain lagi,
kemudian geral menarik tangan sherly untuk bangun dari kasur menuju
kamar mandi, kebetulan kamar mandinya nggak di tutup pintunya sama
geral, sehingga gw bisa liat ritual mandi mereka, sherly lagi di sabunin
gerald, hanya bisa mendesah saat geral mengusah badan mulus sherly di
mulai dari bagian dada hingga selangkangan.
gw siapin tas untuk keperluan nanti di kapal, sambil menonton aksi
mereka mandi, terdengar suara teriakan sherly dari kamar mandi hingga ke
telinga gw "ger udah stop ohhhhh.... uhhhhh....., gw hanya bisa
tersenyum mendengar desahan desahan sherly sambil packing barang barang
yang bakalan gw bawa di tas, barang barang yang gw bawa antara lain
wireless ruber anal plug (alat vibrator untuk di bagian dubur), borgol,
vibrator, aqua yang gw isi dengan obat perangsang dosis tinggi (biasanya
gw pakai hanya 10 tetes) kali ini gw tuang sebotol bercampur dengan air
aqua.
setelah mandi sherly di gendong geral keluar dari kamar mandi menuju ke
kamar. "kenapa sherly ger, kok keluarnya di gendong gitu" kata gw.
"biasa chard gw mandiin dia eh malah dia orgasme lagi" kata geral sambil
senyum senyum. kasihan juga gw liat raut muka sherly yang lemas akibat
orgasme pagi ini.
"ok sher coba lu pakai baju yang gw pilih ini" sambil memberikan satu
buah pakaian dreess yang belahan tangannya sampai ke pinggang dengan
gstring warna putih transparan. "bra nya mana kok gw cuma pakai gini
doank, gila apa yah" kata sherly. "kan nanti mau sesi foto di pulau
kosong cuma kita bertiga aja, nanti perjalanan lu pakai jaket gw" balas
gw. "oh yah udah, pelase yah jangan pamerin tubuh gw di depan banyak
orang lagi" kata sherly. "ok gw janji nggak bakal gw kerjain lu lagi,
ayo cepetan di pakai" kata gw
sehabis sherly mengenakan pakaiannya dan jaket yang gw berikan, kami
segera ke rumah bapak pemilik rumah untuk ikut menangkap ikan, "sudah
siap untuk berangkat pak dan neng yang cantik?" kata bapak pemilik rumah
sambil memperhatikan muka sherly yang sayu. "ok pak kita berangkat, my
trip my adventure" geral teriak.
setelah gw sampai di kapal gw amati kapal ikan bapak itu tidak lah besar
juga nggak kecil, sehingga gw tidak takut tenggelam di laut nanti,
sesampainya di tengah laut, bapak menjelaskan cara menangkap ikan dengan
jala, jala itu di lempar kemudian ditarik kembali, setelah itu di
perhatikan di jalanya ada ngak ikan yang tersangkut, berkali kali si
bapak melempar jala namun pas di tarik hasilnya nihil, gw dan geral juga
ganti gantian melempar jala, namun hasilnya selalu zonk alias kosong.
"semenjak ada reklamasi pulau buatan, ikan ikan disini sekarang sepi
pak, kami nelayan setiap harinya kesulitan menangkap ikan" kata si
bapak, tiba tiba si geral berkata "sher coba lu lempar jalanya mana tahu
dapet ikan", sherly yang sedang asyik sendiri takjub melihat
pemandangan laut di subuh hari, tiba tiba kaget atas ide geral.
"sini sher coba lu lempar mana tahu dapat ikannya, jaket gw lepas aja
nanti basah, nanti gw foto, kan keren ada cewek kota belajar nangkap
ikan" sambil gw tarik tangan sherly memberikan jalanya dan membuka jaket
yang gw berikat, sherly sempat menahan tangan gw untuk tidak membuka
jacketnya, tapi setelah gw pelototin dia nyerah juga.
bapak itu sempat kaget setelah melihat pakaian yang dikenakan oleh
sherly setelah gw buka jacket yang dikenakan sherly, "ayo neng belajar
nangkap ikan, kan di kota nggak bisa nangkap ikan neng" kata si bapak
sambil matanya memperhatikan dada sherly yang terekspos dari samping.
gw segera mengambil kamera nikkon d810 yang gw taruh di tas, untuk gw
foto2 sherly, di saat gw fokus fotoin sherly seperti photographer
handal, si bapak berulang kali gw lihat dari bola matanya tertuju dan
takjub ke bagian dada sherly yang terekspos dari balik bajunya. si bapak
sudah tidak fokus dengan ada atau tidaknya hasil tangkapan ikan. dia
hanya fokus ke sela sela pakaian dan gstring yang terangkat hingga
memamerkan isi pantat dan belahan vaginanya sherly dari belakang.
setelah berulang kali sherly melempar jala namun tidak mendapatkan
hasil,, bulir bulir keringat mengalir dari muka hingga badan sherly
menjadikan setiap pria yang melihatnya pasti terangsang ingin
memperkosanya. karena matahari sudah tampak di ujung laut, segera ku
ambil air minum yang ku sudah isi obat terangsat memberikanya kepada
sherly, "nih sher minum dulu, kasihan lu udah kecapean gitu, pak ikannya
ngak dapet dapet nih pak, kita ke pulau kosong yuk untuk foto-foto,
habis itu baru pulang" kata gw, si bapak setuju dengan menganggukan
kepala, kapal di arahkan menuju pulau tidak perpenghuni yang hanya diisi
oleh satwa satwa burung yang berimigrasi.
perjalanan lumayan jauh dari tempat spot tadi kita menjala ikan, ku
lihat mata sherly sudah sayu dan bulir bulir keringat semakin banyak,
duduknya semakin gelisah, sesekali dia mengusap ngusap vaginanya yang
basah, namun karena malu masturbasi di depan kami akhirnya mati matian
sherly tahan agar tidak manstubasi di depan kami semua.
sesampai di pulau kami segera turun dari perahu, dan membawa sherly ke
pantai untuk sesi foto foto. "ger pegang foto gw, ada yang mau gw ambil
barang dari tas" kata gw ke geral, segera gw ambil borgol dan melumasi
vibrator anal untuk di gunakan oleh sherly.
"kok gw di borgol sih" kata sherly pada saat gw borgol tangannya "ini
tema sesinya tawanan yang di tangkap dan di bawa ke pulau, pak pegangin
sherly, tahan yah jangan sampai bergerak" kata gw kepada bapak itu.
gw pinggirin tali gstring yang berada di pantat sherly, segera gw
tancapkan wireless ruber anal plug ke lubang dubur sherly dan gw set
getaran maksimal, sherly yang kaget dan kesakitan lubang duburnya di
masukan paksa dan pertama kali orang benda asing, langsung
meloncat-loncat kesakitan, dengan sigap geral membidik kameranya ke arah
sherly yang sedang loncat-loncat kesakitan sehingga pakaiannya yang
longgar melorot hingga perut.
setelah sakitnya reda berganti dengan getaran getaran yang membuat nya
nikmat, sherly tetap berdiri sambil pantatnya bergerak ke kiri dan kanan
seperti joget goyang itik menahan gelinya getaran wireless ruber anal
plug, kami yang melihat tingkah pola sherly hanya bisa tertegun dan
mupeng.
setelah sesi foto di pantai kami menuju ke tengah hutan untuk foto foto
disana, gw borgol tangan sherly ke belakang di batang pohon besar,
kemudian setelah itu gw keluarin otong gw untuk di blowjob oleh shelry
sambil di foto gerald.
mmmmhhhh..... achhhhh. mhhhhhh hanya itu suara yang di cuapkan sherly
karena gelinya wireless ruber anal plug, selama memblowjob otong gw,
sampai akhirnya gw orgasme keluarin di dalam mulut sherly, setelah gw
keluarin otong gw, ternyata si bapak segera memasukan otongnya ke mulut
untuk gantian di service oleh sherly, setelah si bapak juga orgasme,
geral pun ikut segera memasukkan otongnya ke mulut sherly.
sherly yang tangannya di borgol di pohon, hanya bisa pasrah menelan
seluruh sperma kami bertiga yang di muntahkan kedalam mulutnya. setelah
kami puas mengeluarkan sperma kami di mulut sherly, kami memadangi
sherly yang nangis karena nasibnya sekarang.
"sher kami semua sudah pada puas, kamu kan belum puas, masturbasi gih di
depan kami" kata gw. sherly hanya bisa menggeleng sambil menunduk
karena malu, "oh kamu malu yah masturbasi di depan kami, ok deh gw kasih
vibrator, habis itu kita pergi dulu yah beli minuman dulu di pulau
tidung, nanti kita balik lagi" sherly langsung yang kaget mendengar
ucapan gw, karena perjalanan dari pulau tidung ke pulau tidak
berpenghuni itu memakan waktu 3 jam. jadi jika pulang pergi bisa 6 jam,
selama itu sherly harus menahan orgasme dari vibrator, apalagi sherly
gampang orgasme jika dengan alat vibrator ditambah dengan obat
perangsang 1 botol yang ku berikan
"iyah iyah gw mau mansturbasi di depan kalian tapi jangan tinggalin gw
disini sendirian pelase gw mohon" kata sherly sambil memohon menatap
mata gw. "telat lu, lagipula pulau ini aman kok nggak ada binatang
buasnya, paling lu nanti di temenin monyet" kata gw. segera gw buka
borgolnya dan mengganti posisi sherly jadi tergantung di pohon dengan
kaki jingjit, ambil vibrator yang gw bawa dan gw ikat kuat badan sherly
dan vibrator di pohon. kemudian gw stel dengan getaran maksimal.
sherly yang menahan kegelian dan ekenakan dari vibrator di vagina dan
lubang duburnya itu hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala dan mendesah,
"ohhhhh..... achhhhhhh.... ohhhhhhhh... plisss.... ohhhh... jang......
ohhhhh tinggal ohhhh..... gw......." kata sherly
"yuk pak kita pergi, ger kamera lu seting jadi video arahin ke sherly,
kita ke pulau dulu beli minuman yuk" kata gw ke bapak itu dan geral. "ok
bos kita berangkat" kata bapak itu. di perjalanan dari hutan ke kapal,
terdengar suara sherly berkali kali dari dalam hutan
"ahhhhhhhhhhhhh..............." tanda dia orgasme
"gila kita baru jalan 10 menit udah denger suara sherly 20 kali orgasme,
selama perjalanan bisa beribu-ribu kali bakalan dia orgasme" kata
geral, gw dan si bapak ketawa mendengarnya.
setelah sampai di pulau tidung kami membeli minuman, bekal makan siang
untuk kami bertiga makan siang di pulau tidak berpenghuni itu, "yuk pak
makanan sudah di beli minuman juga sudah kita balik lagi ke pulau tadi"
kata gw ke si bapak.
"ok bos kita balik lagi" sambil kami menuju ke kapal, di perjalanan gw
sempat mikir, tuh sherly jadi kayak apa yah nanti pas gw balik.
akhirnya sampai juga kami di pulau itu. "gila sherly nggak pingsan bro
masih aja kedenger dia teriak orgasme" , terdengar lirih hingga ke
pantai suara sherly yang orgasme namun nada suaranya sudah beda, tidak
lagi lantang seperti tadi, mungkin karena kecapean orgasme.
sesampainya di dalam hutan, kami takjub melihat sherly yang rambutnya
sudah awut awutan karena terus menggeleng2 menahan orgasme ditambah
banyak monyet-monyet meraba-raba seluruh badan sherly dari kaki hingga
kepala, ada juga monyet yang sedang menyusu di puting sherly.
"pantesan teriak teriak kedengaran sampai di pantai, ternyata di
gangbang sama monyet-monyet toh" kata gerald. gw lepasin tali dan borgol
yang mengikat sherly, sehingga sherly langsung ambruk di badan gw. "pak
bantuin gw tolong papah serly ke pantai" kata gw ke bapak itu. dan gw
cabut wireless ruber anal plug yang menancap di dalam lubang dubur
sherly. awwww..... hanya itu yang terdengar dari mulut sherly. kemudian
gw masukan kembali ke tas alat vibrator beserta kamera yang merekam
selama 6 jam sherly di ikat di pohon.
sepanjang perjalanan dari hutan ke pantai, si bapak memapah sherly
tangan kanannya berada di dada sambil memijat payudara sherly. sherly
yang sudah tidak ada tenaga untuk melarang si bapak memijat payudaranya
hanya bisa mendesah.
sesampai di pantai, si bapak membawa sherly untuk di istirahatkan
senderan di bawah pohon kelapa dengan posisi baju sebagian turun ke
bawah memamerkan payudaranya di depan kami dan posisi kaki mengangkang,
akhirnya kami bertiga makan di pulau tak berpenghuni. kulihat di
delangkangan sherly sudah basah kusup antara cairan orgasmenya dan air
seninya sendiri.
sherly yang sudah tidak ada tenaga untuk makan, dengan telaten si bapak
menyuapi sherly nasi bungkus dengan tangannya yang tanpa sendok makan.
sehabis makan gw kasih jaket gw ke sherly untuk di pakai dan kami
kembali ke pulau tidung untuk istirahat.
to be continiued
??
Home
Cerita Eksibisionis
Cerita Eksibisionis Sherly
Penulis Lain
Cerita Eksibisionis Sherly : Karena HP Itu Cewek Amoy Itu GW Kerjain 5 - Belajar Menjadi Pelayan
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
0 komentar:
Posting Komentar